[Samarinda, Surakarta, Jakarta, 01/02/2018) – Persyarikatan besar Muhammadiyah kembali melakukan terobosan dengan memperkenalkan Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ) atau Distance Learning yang berbasis online. Terobosan tersebut terlaksana melalui konsorsium tiga Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA). Peluncuran program tersebut dibarengi dengan kuliah umum dengan pemateri Ketua Uumu PP Muhammadiyah Haedar Nashir serta Buya Ahmad Syafii Maarif yang disaksikan langsung oleh mahasiswa pascasarjana dan dosen dari tiga perguruan tinggi (UMS, UMKT, dan UHAMKA).

Dalam sambutannya, Rektor UMS, Sofyan Anif menyampaikan bahwa peluncuran Program Perkuliahan Jarak Jauh ini merupakan jawaban PTM terhadap kebijakan negara terkait masuknya kampus-kampus asing ke Indonesia. “Banyak kalangan yang menentang karena menganggap kebijakan ini sebagai ancaman menurunnya pasar kampus dalam negeri. Tetapi bagi kami (PTM) melalui konsorsium ini menjawab tantangan tersebut untuk terus berinovasi sehingga mampu meningkatkan daya saing” tegas Anif.

Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ) perdana yang diselenggarakan di Gedung Induk Siti Walidah, UMS tersebut mengusung materi umum yaitu Al-Islam, Kemuhammadiyahaan, dan  Ke-Indonesia-an sehingga dapat disampaikan ke semua audience yang terdiri dari kalangan mahasiswa dan dosen. Kuliah umum yang berbasis PJJ tersebut juga dihadiri oleh pimpinan-pimpinan dari tiga PTM, seperti Rektor UMKT, Bambang Setiaji yang kebetulan sedang berada di Surakarta serta Wakil Rektor UHAMKA, Gunawan Suryoputro dan Zaman Sari yang berpartisipasi langsung dari Gedung UHAMKA Jakarta. Di UMKT Samarinda sendiri dihadiri oleh Wakil Rektor I dan II, Ghozali MH dan Sunarso.

Para pimpinan PTM (UMS, UMKT, UHMAKA) serta Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berharap kedepannya PJJ atau Distance Learning ini mampu menjadi panutan untuk diaplikasikan oleh seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang ada di Indonesia sehingga Persyarikatan Muhammadiyah dapat memperluas eksistensinya baik secara nasional maupun internasional.